Efek Komunikasi Tatap Muka Sebagai Saluran Dalam Komunikasi Persuasif

komunikasi persuasif

@ynrdi

Konsep Saluran (Channel)

Reed H. Blake dan Edwin O. Haroldsen dalam bukunya “ A taxonomy of Concepts in Communication” mendefinisikan saluran sebagai “A Communication Channel is the medium utilizied to convey a message. It is the avenue or means by wich a message travels between the communicator (source or sender) and the communicate (receivers)”.  Dengan kata lain yang dimaksuda dengan saluran komunikasi adalah media yang digunakan untuk membawa pesan.

Rao (1872:4 dalam Blake dan Haroldsen, 1979:14) menjelaskan bahwa saluran komunikasi merupakan jaringan yang efektif, yang menghubungkan sumber dan penerima dalam struktur komunikasi, tempat pesan mengalir. Saluran merangkai sumber dan penerima, yang memungkinkan keduanya berkomunikasi. Saluran merupakan konsep yang banyak digunakan, karena dapat berkaitan dengan konsep lainnya, yakni sumber, penerima dan pesan.

Saluran komunikasi dapat dibedakan melalui ciri-ciri sebagai berikut

  1. Saluran merupakan sejenis sekumpulan energi, dan disebut medium
  2. Saluran membawa kumpulan energi tertentu , dan disebut informasi
  3. Saluran merupakan rangkian mekanisme atau kaitan antara unit-unti yang berpartisipasi dalam komunikasi

Dimensi Saluran

Menurut Rao (Blake dan Haroldsen, 1979:14), paling tidak saluran memiliki tujuh dimensi. Dimensi tersebut memungkinkan kita dapat mengevaluasi efektifitas yang relatif dari saluran komunikasi yang berbeda. Dimensi-dimensi tersebut adalah :

  1. Kredibilitas Saluran (Channel Credibility)
  2. Umpan Balik Saluran ( Channel Feedback)
  3. Keterlibatan saluran atau partisipasi (Channel involvement)
  4. Ketersediaan saluran (Channel Availability)
  5. Daya tahan saluran (yang memungkinkan pesan dapat bertahan atau terlindungi (Channel Permanency)
  6. Kekuatan muliguna saluran (Channel multyplicative power)
  7. Kesalingmelengkapi saluran ( Channel Complementarity)

Karakteristik Komunikasi Antarpersona

Barnlund (1968:8-10) mengidentifikasi lima karakteristik komunikasi antarpesona, sebagai berikut.

  1. Kondisi awal, yakni Perceptual engaagement atau kesamaan perseptual, yakni dua orang atau lebih menunjukan situasi kedekatan fisik. Walaupun merupakan dasar yang tidak lengkap bagi komunikasi interpersonal, hal ini merupakan kependekan kontak sosial yang elementer, yang merupakan persyaratan untuk terjadinya komunikasi antarpersona.
  2. Kesamaan perseptual memberikan saling ketergantungan komunikasi, yang memberikan pemusatan interaksi fokus tunggal untuk perhatian kognitif dan visual, seperti dalam percakapan. Dalam interaksi yang terfokus, masing-masing partisipanmemberikan tanda melalui respon langsung kepada partisipan lain.
  3. Terjadinya interaksi yang memusat melalui pertukaran pesan. Dalam pertukaran tersebut, peserta komunikasi antarpersonamemberikan tanda kepada yang lain, yang mereka pikir, partisipan yang lain akan menginterpretasikan seperti yang diharapkanya. Tanda tersebut akan membawa pesan yang diharapkan kepada yang lain.
  4. Interaksi merupakan dasar komunikasi tatap muka. Dalam hal ini, semua alat indera digunakan dan peserta dapat saling berhadapan muka sepenuhnya.
  5. Setting atau lattar kejadian interpersonal merupakan kondisi tidak terstruktur, aturan-aturan untuk frekuensi, bentuk, atau isi pesan interpersonal tidak begitu ketat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *