Mengupas budaya secara substansial barangkali tidak hanya dilakukan oleh civitas akademika yang secara garis besar memiliki keilmuan diatas rata-rata. Dalam hal ini akan kita kupas budaya dari hati seorang pecandu sepi yang hidup diatas hamparan dosa para pendahulu. Budaya adalah sebuah rumah bagi kehidupan manusia yang memiliki konduktifitas dengan hasil pemikiran manusia itu sendiri. Manusia tidak bisa hidup tanpa budaya karena budaya itulah yang menjadikan manusia menyempurnakan akal pikirannya. Budaya dan manusia ibarat bumi dan langit yang berbeda tapi sama, artinya bahwa bumi itulah bagian dari langit dan semesta. Bumi itu berdaulat dan berdiri sendiri jika kita lihat dari sudut pandang bumi, tetapi bumi adalah langit jika kita lihat dari sudut pandang langit atau semesta.

gambar via pixabay.com

Lalu apakah yang menyebabkan budaya itu penting? Seberapa besar efek budaya bagi keberlangsungan hidup manusia di masa yang akan datang? Apakah budaya mengalami perubahan? Hal apa saja yang menyebabkan perubahan budaya?. Barangkali pertanyaan ini tidak pernah masuk dalam pemikiran setiap orang atau sangat kecil kemungkinan. Pada umumnya orang akan menilai bahwa budaya adalah hal yang biasa seperti ketika orang mempelajari ilmu komunikasi. Untuk apa kita belajar ilmu komunikasi toh kita setiap hari juga berkomunikasi? Itu adalah gambaran kecil tentang perspektif mayoritas orang terhadap budaya dan komunikasi. Namun kali ini Kita akan berbicara budaya dari sudut kausalitasnya atau sudut sebab akibat sebuah budaya. Manusia hidup dalam medium yang sama waktu yang berbeda dan pengaruh yang berbeda tentu hasilny juga berbeda.

Secara etimologi bahwa “kausalitas” berasal dari kata Causalitied yang memiliki arti sebab. Sedangkan kata causa jika dilihat dari sudut pandang hukum memiliki arti “Alasan”, namun untuk kali ini kita tidak untuk membahas kausalitas dalam segi hukum. Secara umum kita akan membicarakan sebab akibat budaya terhadap keberlangsungan hidup manusia dan menjawab beberapa pertanyaan dasar seperti dikemukakan diatas.

Apakah budaya itu penting?

Budaya adalah rumah bagi manusia, budaya adalah pakaian bagi manusia dan budaya adalah warna bagi hidup manusia secara mayoritas. Tanpa budaya manusia tidak akan memiliki identitas serta entitas yang memberi label pada kelompok manusia dalam lingkungan dan waktu tertentu. Budaya adalah hasil pemikiran manusia yang ditakdirkan sebagai makhluk yang memiliki akal pikiran yang dikembangkan menurut keilmuan masing masing dalam sumber yang sama yakni kebenaran hakiki. Artinya bahwa budaya itu memiliki muatan statis dan dinamis tergantung dari hal apa kita menilainya. Budaya dikatakan statis jika kita melihat dari segi empiris atau warisan yang sifatnya tetap seperti norma sosial, adat dan nilai nilai yang berlaku di suatu tempat tertentu yang berasal dari pemikiran para pendahulu. Dan budaya dikatakan dinamis adalah budaya yang berkaitan dengan pemikiran manusia tentang masa depan. Budaya yang memiliki sifat dinamis berdasarkan pengaruh dari kapasitas manusia menerima kebenaran atau menerima keilmuan yang baru melalui proses inovasi dan kreatifitas.

gambar via pixabay.com

Manusia menunjukan eksistensinya melalui budaya yang dihasilkan berdasarkan tingkat pemahaman manusia terhadap dinamika kehidupan. Dalam siklus hidup manusia memungkinkan budaya mengalami perubahan per satuan waktu. Sebagai contoh budaya pada abad ke 19 mungkin akan berbeda dengan budaya pada abad ke 20. Penyebab berubahnya entitas budaya ini sebagian besar dipengaruhi oleh tingkat penyerapan pengetahuan oleh manusia itu sendiri. Ilmu pengetahuan yang selalu berkembang secara signifikan secara gamblang merubah warna budaya secara menyeluruh bahkan sudah merambah pada tingkat konvensional. Perubahan budaya konvensional ini menunjukan bahwa perkembangan pemikiran manusia memiliki intensitas pengaruh yang sangat tinggi. Contoh yang paling konkrit adalah perkembangan teknologi yang hampir merubah kebudayaan atau pola kehidupan manusia menjadi individualis. Hal ini seorah akan mematahkan sifat hakikat manusia sebagai mahkluk social.

Seberapa besar efek budaya bagi keberlangsungan hidup manusia di masa yang akan datang?

Budaya merupakan akibat dari dinamika pemikiran manusia yang bersumber dari akal yang dibekali oleh Allah SWT kepada manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diantara lainnya. Begitu juga budaya memiliki akibat yang bisa mempengaruhi sifat sifat lain dari kehidupan manusia baik secara individual maupun secara sosial atau kelompok. Lalu seberapa besar akibat dari perubahan budaya itu sendiri. Dalam hal ini kita harus memiliki barometer terhadap objek kebenaran hidup. Sejauh apapun budaya itu berubah dan mempengaruhi sifat lain dalam sebuah roda kehidupan, tentu semua harus bertolak ukur terhadap kebenaran yang hakiki. Sehingga dengan kata lain bahwa budaya berubah hanya dalam bentuk penyempurnaan atau memaksimalkan akal manusia guna mendekatkan kita kepada sumber kebenaran yang hakiki.

Perubahan yang diakibatkan oleh budaya harus memiliki nilai-nilai yang positif serta bersifat persuasif untuk diri manusia sehingga keberadaan budaya dapat memberikan akibat atau efek yang baik dan berjangka panjang. Jika kita menaruh perhatian khusus pada porsi budaya terhadap perubahan pola hidup manusia tentu kita akan dihadapkan pada betapa kontrasnya perubahan hidup manusia dari masa ke masa. Tidak hanya pada lingkup teknologi namun juga pada nilai-nilai serta adat dilingkungan hidup  bermasyarakat. Apakah budaya salah? Atau manusia itu sendiri yang tidak bisa memilih bagaimana budaya positif dan bagaimana budaya negatif? Atau bahkan manusia kehilangan barometer sehingga tak lagi kenal mana baik dan mana buruk?

Hal apa saja yang menyebabkan budaya mengalami perubahan?

Toleransi terhadap nilai-nilai baru yang dihadapi oleh manusia baik secara kelompok maupun individu adalah salah satu penyebab berubahnya warna budaya. Berkembangnya ilmu pengetahuan yang diprakarsai oleh rasa keingintahuan manusia juga menjadi penyebab selanjutnya terhadap perubahan budaya. Perubahan budaya sebenarnya tidak akan merubah system nilai, adat serta norma sosial yang berlaku selama manusia masih memiliki tolak ukur dalam menerima hal-hal yang bersifat baru dalam hidupnya.

Semua perubahan budaya yang diakibatkan oleh dinamisnya pola pikir manusia serta tingginya rasa keingintahuan terhadap hal-hal baru dapat kita lihat pada masa sekarang. Betapa ragamnya budaya yang dijunjung tinggi oleh ragamnya pola pikir manusia memberikan pemahaman kepada kita bahwa dengan budaya, kita dapat mengukur hidup manusia secara kelompok maupun individu. Barangkali jika kita ingin melihat kebudayaan dalam krtiteria nilai dan norma nya, maka kita juga dapat mengukur melalui hal-hal yang dianggap biasa oleh suku/kelompok tersebut. Selain itu kita juga dapat menilai dari tingkat penyerapan ilmu pengetahuan dengan cara melihat hasil karyanya baik bersifat modern maupun trasdisional. Namun kita tidak boleh terpaku menilai suatu kelompok tertentu hanya dengan  satu sisi saja. Tentu kita harus melihat secara kompleks bahwa sudah menjadi hukum alam ketika mahkluk tidAklah ada yang sempurna dan yang ada hanyalah saling menyempurnakan. Kausalitas Budaya.

Oleh Yanuar D. I
Kategori: Artikel