Senja Terakhir Untukmu

@ynrdi

Sebait Sore Yang Membawa Rinduku Menepi

Senyaplah cinta, ragaku terlalu lemah untuk menahan dentuman suara hati yang engkau gaungkan. Kata-kata pun makin membisu kala semua berpijak pada tegasnya lantunan maknawiyahmu. Tersadar aku dari sekian lamanya terlelap oleh dinginnya sepiku. Semestinya ini menjadi cahaya hatiku ketika aku melangkah tanpamu, harapan.
Hati, bersabarlah,  aku tengah bergegas menujumu, menuju kedamaian di tepi waktu yang aku janjikan. Masih dengan janjiku kala itu, ketika duduk bercerita di bangku tepi senja yang engkau temani dengan senyum manismu. Bahkan sampai saat ini kabarmu adalah berita perdamaian untuk hatiku yang kian mendamba. Mendamba separuh jiwa yang ku harap akan melangkah melanjutkan cerita ini bersamaku. Melawan kata-kata yang enggan bersuara dipeluk sepi dan merampas segala sesal adalah hal yang semestinya terjadi ketika engkau kembali ada.
Meski pernah berakhir sebagai keindahan yang merasuk dalam lubuk hatiku, hadirmu adalah wujud dari doa-doa yang selama ini ku rajut. Doa-doa yang temani fikiranku merambah harapan kala sore tiba.

Ritme Tawamu Yang Telah Pecundangi Logika ku

Waktu adalah saksi terbisu ketika semua berlalu tanpa kusadari. Detik-detik pun berbisik diatas semua kebenaran tentang rasaku yang kusembunyikan dibalik kepastian. Memang, adakalanya aku akui kekalahanku tentang ketidakjujuran ini hingga sesal terus menikam hatiku. Hati yang selama ini tak bisa merapuhkan rasa tentangmu, tentang kata-kata yang selalu kau ucap untukku.
Satu hal yang akan selalu terlukis dalam dinding romansaku adalah sebait tawamu, sebait tawa yang telah merampas kesadaranku. Saat semua tiba waktunya, hatiku selalu berharap engkau kembali ada untuk keindahan yang sama. Senja telah menanti dengan nyanyiannya mengiringi kata-kataku bercerita bersamamu. Tentang hal yang tak mudah terlupakan meski aku telah melewati ribuan senja tanpamu….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *